Bahasa jepang dari usagi drop part 2

 








https://youtube.com/shorts/NTAOj6L8B8A?si=hhI5uQ-q1AYKPwV_

https://vt.tiktok.com/ZSUHw7co3/


__

どうか    

silakan.  

(Dalam konteks tertentu, "douka" (どうか) bisa digunakan dengan nuansa mempersilakan atau menawarkan sesuatu)

__

あ大吉

"Aa, Daikichi" 

__

"Aa, tōchan aa" (あ、父ちゃん、あ)

- Ah, ayah... ah.

​__

- Tolong bantu aku.

- 手伝って (tetsudatte): Bentuk te dari kata kerja 手伝う (tetsudau), yang berarti "membantu". Bentuk te digunakan untuk meminta bantuan, memberikan perintah, atau menghubungkan dua tindakan.

- くれ (kure): Bentuk perintah (imperatif) dari kata kerja くれる (kureru), yang berarti "memberi" atau "melakukan untuk". Dalam konteks ini, "kure" digunakan untuk meminta seseorang melakukan sesuatu untuk Anda (yaitu, membantu).

- "Tetsudatte kure" adalah permintaan bantuan yang langsung dan agak kasual. Ini lebih sering digunakan di antara teman, anggota keluarga, atau orang-orang yang memiliki hubungan dekat. Jika Anda berbicara dengan seseorang yang lebih tua atau dalam situasi yang lebih formal, Anda sebaiknya menggunakan ungkapan yang lebih sopan, seperti "Tetsudatte kudasai" (手伝ってください).

__

"Yokattara" (良かったら)

- Kalau boleh...

"Yokattara" digunakan untuk membuat tawaran atau saran dengan cara yang sopan dan tidak memaksa. Ini menunjukkan bahwa Anda tidak akan tersinggung jika orang tersebut menolak tawaran Anda.

___

"Kao mite yatte kudasai aa" (顔見てやってください、あ)

- Tolong tengok/jenguk wajahnya... ah.

- 顔 (kao): Wajah.

- 見て (mite): Bentuk te dari kata kerja 見る (miru), yang berarti "melihat". Bentuk te di sini digunakan untuk menghubungkan tindakan dan membuat permintaan.

- やって (yatte): Bentuk te dari kata kerja やる (yaru). "Yaru" memiliki banyak arti, tetapi dalam konteks ini, digunakan sebagai kata kerja bantu yang merendahkan diri sendiri dan memberikan manfaat kepada orang lain. Ini menunjukkan bahwa tindakan melihat wajah itu dilakukan demi kebaikan orang lain.

- ください (kudasai): "Tolong". Menambahkan "kudasai" membuat permintaan menjadi lebih sopan.

- あ (aa): Interjeksi yang menunjukkan emosi (dalam hal ini, mungkin permohonan atau kesedihan).

___

"Hisashiburi, un, Daikichi" (久しぶり、うん、大吉)

- Lama tidak bertemu, ya, Daikichi.

- 久しぶり (hisashiburi): Ungkapan yang berarti "lama tidak bertemu" atau "sudah lama".

__

"Kāchan" (母ちゃん)

- Ibu

__

"Ano onna no ko" (あの女の子)

- Anak perempuan itu

__

"Jiichan no kakushin go" (じいちゃんの確信子)

- Anak simpanan kakek

- 確信 (kakushin): Keyakinan, kepastian, kepercayaan yang kuat.

Dalam konteks ini, "kakushin" (確信) tidak hanya berarti "keyakinan" atau "kepastian" secara umum, tetapi merujuk pada keyakinan kakek bahwa Rin adalah cucunya (meskipun dia adalah anak haram).


__

"Suimasen, mō sokkuri desu" (すいません、もうそっくりです)


- Maaf, (dia) sangat mirip.

- "Sokkuri desu" adalah ungkapan yang kuat untuk menyatakan kemiripan yang mencolok.


___


"Aa, ano... ano ko, okāsan no imōto?" (あ、あの…あの子、お母さんの妹?)

- Ah, itu... anak itu, adik ibu?


__


"Ore... Ore no obasan?" (俺…俺の叔母さん? atau 俺…俺の伯母さん?)

- Aku... bibiku?


__


"Baka na koto itte nai de" (バカなこと言ってないで)

- Jangan bicara omong kosong!



Part selanjutnya https://jepangsantai.blogspot.com/2025/10/bahasa-jepang-dari-usagi-drop-part-3.html


Part sebelumnya  https://jepangsantai.blogspot.com/2025/10/usagi-drop-part-1.html

Komentar