Bahasa jepang dari usagi drop part 5

 








https://youtube.com/shorts/iXXLUVPWqa0?si=4N4XzZY2owIvhemn

https://vt.tiktok.com/ZSUXhGPhb/

__

"Mou okinai no?" (もう起きないの?)


- Apa sudah tidak bangun lagi?

- もう (mou): "Sudah", "lagi". Dalam konteks ini, "sudah" mengimplikasikan keadaan permanen.

- 起きない (okinai): Bentuk negatif dari "okiru" (bangun). "Tidak bangun".

- の (no): Partikel di akhir kalimat yang digunakan untuk menanyakan sesuatu dengan rasa ingin tahu, kekhawatiran, atau ketidakpercayaan. Sering digunakan oleh anak-anak atau dalam percakapan kasual.


__

"Mou okinai." (もう起きない。)

- Sudah tidak bangun lagi

__

"Mazui, kore wa hijou ni mazui zo!" (まずい、これは非常にまずいぞ!)

- Gawat, ini sangat gawat!


- まずい (mazui): "Tidak enak" (rasanya), "buruk", "gawat", "celaka", "tidak baik". Kata ini memiliki arti yang luas tergantung konteksnya. Dalam situasi darurat, "mazui" berarti "gawat" atau "celaka".

- これは (kore wa): "Ini". Menunjuk pada situasi atau keadaan yang sedang terjadi.

- 非常に (hijou ni): "Sangat", "luar biasa". Menekankan tingkat kegawatan.

- まずいぞ (mazui zo): "Gawat!" atau "Celaka!" (dengan penekanan). "Zo" adalah partikel di akhir kalimat yang digunakan oleh laki-laki untuk memberikan penekanan atau menyatakan keyakinan.


__

"Ano toshi de kodomo tsukuru nante ne." (あの年で子供作るなんてね。)

- Membuat anak di usia seperti itu ya...


- あの (ano): "Itu", "itu..." (menunjuk sesuatu yang sudah diketahui atau dibicarakan). Dalam hal ini, menunjuk pada usia seseorang.

- 年 (toshi): "Usia", "umur".

- で (de): Partikel yang menunjukkan tempat atau waktu terjadinya suatu aksi. Dalam hal ini, menunjukkan waktu (usia).

- 子供 (kodomo): "Anak".

- 作る (tsukuru): "Membuat", "menghasilkan". Dalam konteks ini, berarti "membuat anak" atau "melahirkan".

- なんて (nante): Partikel yang menunjukkan perasaan terkejut, kagum, tidak percaya, atau meremehkan. Dalam hal ini, menunjukkan ketidaksetujuan, keterkejutan, atau ketidakpercayaan.

- ね (ne): Partikel di akhir kalimat yang mencari persetujuan atau empati dari pendengar.

__

"Hontou ni shinjirannai wa yo!" (本当に信じらんないわよ!)

- Aku benar-benar nggak percaya!


- 信じらんない (shinjirannai): Bentuk kasual dari "shinjirarenai" (信じられない), yang berarti "tidak bisa dipercaya", "di luar kepercayaan".


___

"Aite wa dare nan da yo!" (相手は誰なんだよ!)

- Siapa lawannya(pasangamnya)?


- 相手 (aite): "Lawan", "mitra", "pasangan", "pihak lain", "orang lain". Dalam konteks ini, kemungkinan merujuk pada orang yang terlibat dalam suatu hubungan atau situasi tertentu.


__

"Sonna koto wa dou datte ii." (そんなことはどうだっていい。)

- Hal seperti itu tidak penting.


- そんな (sonna): "Seperti itu", "semacam itu". Menunjuk pada sesuatu yang sudah dibicarakan atau diketahui bersama.

- こと (koto): "Hal", "urusan", "perkara".

- は (wa): Partikel yang menandai topik kalimat, yaitu "sonna koto" (hal seperti itu).

- どうだって (dou datte): "Apapun", "bagaimanapun". Menekankan ketidakpedulian. Ini adalah bentuk kasual dari "dou demo".

- いい (ii): "Baik", "tidak apa-apa", "tidak masalah". Dalam konteks ini, berarti "tidak penting" atau "tidak perlu dipikirkan".

___

"Yokunai wa yo." (良くないわよ。)

- Itu tidak baik!


- 良くない (yokunai): Bentuk negatif dari "ii" (良い), yang berarti "baik". Jadi, "yokunai" berarti "tidak baik", "buruk", "tidak benar", "tidak boleh".

__

"Rokusai yo, rokusai." (6歳よ、6歳。)

- Umurnya 6 tahun, 6 tahun!

__

"Anta, Oshie?" (あんた、教え?)

- Kamu, (mau) ngasih tahu?


- 教え (Oshie): Bentuk noun (kata benda) dari kata kerja "Oshiemasu" (教えます), yang berarti "mengajar", "memberi tahu", "

__

"Nande kizukanai no?" (なんで気づかないの?)

- Kenapa kamu tidak menyadarinya?


​- 気づかない (kizukanai): Bentuk negatif dari "kizuku" (気づく), yang berarti "menyadari", "memperhatikan", "mengetahui". Jadi, "kizukanai" berarti "tidak menyadari", "tidak memperhatikan", "tidak mengetahui".

__

"

Ichiban chikai kuse ni." (一番近いくせに。)

- Padahal yang paling dekat...


- 一番 (ichiban): "Paling", "nomor satu".

- 近い (chikai): "Dekat".

- くせに (kuse ni): Partikel yang menunjukkan kontras atau pertentangan yang tidak terduga. Mirip dengan "padahal", "meskipun", "walaupun", atau "malah". Menunjukkan rasa kekecewaan, ketidakpuasan, atau ketidakadilan. Digunakan saat hasil atau tindakan tidak sesuai dengan harapan atau ekspektasi berdasarkan keadaan yang ada.

__

"Jibun no mendou wa iitte." (自分の面倒はいいって。)

- Urusan diriku sendiri tidak apa-apa, katanya.


- 自分 (jibun): "Diri sendiri", "milik sendiri".

- 面倒 (mendou): "Urusan", "beban", "kesulitan", "perawatan". Dalam konteks ini, merujuk pada urusan atau perawatan diri sendiri.

- は (wa): Partikel yang menandai topik kalimat, yaitu "jibun no mendou" (urusan diri sendiri).

- いい (ii): "Baik", "tidak apa-apa", "cukup", "tidak perlu". Dalam konteks ini, berarti "tidak apa-apa" atau "tidak perlu dikhawatirkan".

- って (tte): Partikel yang digunakan untuk mengutip perkataan seseorang secara tidak langsung. Mirip dengan "katanya", "dia bilang", atau "begitu katanya".

__

"Ikkoji ni nacchatte aa." (意固地になっちゃって、あー。)

- Jadi keras kepala... (Ah...)


- 意固地 (ikkoji): "Keras kepala", "tegar hati", "berpendirian teguh", tapi seringkali dengan konotasi negatif, yaitu tidak mau mendengarkan orang lain atau mempertimbangkan pendapat lain.

- なっちゃって (nacchatte): Bentuk kasual dari "natte shimatte" (なってしまって), yang berarti "telah menjadi", "akhirnya menjadi", atau "sudah jadi". "Shimau" (しまう) memiliki nuansa penyesalan atau ketidakberdayaan.

__

"Soredemo nan kagetsu ka ni ikkai wa mi ni itteta no yo." (それでも何か月かに一回は見に行ってたのよ。)

- Meskipun begitu, tetap saja (aku/dia) pergi menjenguknya sekali dalam beberapa bulan.


- それでも (soredemo): "Meskipun begitu", "walaupun begitu", "tetapi". Menunjukkan kontras dengan pernyataan sebelumnya.

- 何か月か (nan kagetsu ka): "Beberapa bulan". "Nan" (何) berarti "berapa", "kagetsu" (か月) berarti "bulan (hitungan)", dan "ka" (か) menunjukkan perkiraan atau ketidakpastian.

- 一回 (ikkai): "Sekali", "satu kali".

- 見に (mi ni): "Untuk melihat", "menjenguk", "menemui". Ini adalah bentuk gerund dari kata kerja "miru" (見る), yang berarti "melihat".

- 行ってた (itteta): Bentuk lampau progressive dari "iku" (行く), yang berarti "pergi". Menunjukkan bahwa kegiatan tersebut dilakukan secara berulang-ulang di masa lalu. Bentuk "iteta" (pergi) menunjukkan kebiasaan di masa lalu

- よ (yo): Partikel di akhir kalimat yang memberikan penekanan atau menyampaikan informasi baru kepada pendengar.

__

"Demo sono toki ojiichan hitori de kakushiteta tte wake?" (でもその時おじいちゃん一人で隠してたってわけ?)

- Tapi waktu itu, kakek sendirian menyembunyikannya, begitu?


- でも (demo): "Tapi", "namun", "tetapi". Menunjukkan kontras atau perubahan arah dari pernyataan sebelumnya.

- その時 (sono toki): "Waktu itu", "pada saat itu". Menunjuk pada waktu atau momen tertentu yang sudah dibicarakan atau diketahui bersama.

- おじいちゃん (ojiichan): "Kakek". Bentuk hormat dan akrab untuk memanggil kakek.

- 一人で (hitori de): "Sendirian", "seorang diri".

- 隠してた (kakushiteta): Bentuk lampau dari "kakusu" (隠す), yang berarti "menyembunyikan", "menutupi".

- って (tte): Partikel yang digunakan untuk mengutip perkataan seseorang secara tidak langsung atau untuk menjelaskan sesuatu. Dalam konteks ini, berfungsi untuk mengkonfirmasi atau menanyakan pemahaman.

- わけ (wake): "Alasan", "sebab", "arti", "maksud". Dalam konteks ini, digunakan untuk menanyakan atau mengkonfirmasi pemahaman.

__

"Nande kakusu hitsuyou aru no?" (なんで隠す必要あるの?)

- Kenapa harus menyembunyikannya?


- 隠す (kakusu): "Menyembunyikan", "menutupi", "merahasiakan".

- 必要 (hitsuyou): "Kebutuhan", "keperluan", "keharusan".

__

"Sou da yo, itte kure rya ii noni." (そうだよ、言ってくれりゃいいのに。)

- Iya, seharusnya dia bilang saja.


- そうだよ (sou da yo): "Betul", "iya", "benar". Menunjukkan persetujuan atau pembenaran terhadap pernyataan sebelumnya.

- 言って (itte): Bentuk te dari kata kerja "iu" (言う), yang berarti "berkata", "mengatakan", "bilang".

- くれりゃ (kure rya): Bentuk ba kondisional kasual dari "kureru" (くれる), yang berarti "memberi" (dalam hal ini, memberi tahu). "Kureba" (くれれば) adalah bentuk yang lebih formal. Jadi, "itte kure rya" berarti "kalau dia bilang (memberi tahu)".

- いいのに (ii noni): "Seharusnya baik", "seharusnya lebih baik", "kan enak", "kan beres". Menunjukkan penyesalan atau harapan yang tidak terpenuhi. Partikel "noni" menekankan bahwa hasilnya tidak sesuai dengan harapan.

__

"Iroiro iwareru kara da to omou kedo." (いろいろ言われるからだと思うけど。)

- Aku rasa itu karena dia banyak dikomentari orang.


- いろいろ (iroiro): "Berbagai macam", "macam-macam", "beragam", "banyak".

- 言われる (iwareru): Bentuk pasif dari kata kerja "iu" (言う), yang berarti "dikatakan", "diomongkan", "dikomentari", "dikritik".

- から (kara): "Karena", "sebab". Menunjukkan alasan atau penyebab.

- だと思う (da to omou): "Menurutku", "saya rasa", "kupikir". Menunjukkan pendapat atau spekulasi pribadi.

- けど (kedo): "Tapi", "meskipun", "walaupun". Menunjukkan kontras, pembatasan, atau keragu-raguan. Mengindikasikan bahwa ada sesuatu yang ingin ditambahkan atau diklarifikasi.

__


"Mazui, hijou ni mazui na." (まずい、非常にまずいな。)

- Gawat, ini sangat gawat.

__

"Konna ii kagen na hanashi jichikai no mimi ni demo haitte miro!" (こんな良い加減な話自治会の耳にでも入ってみろ!)

- Awas aja kalo omongan ngawur kayak gini sampe nyampe ke telinga RT!


- こんな (konna): "Seperti ini", "semacam ini". Menunjuk pada sesuatu yang sedang dibicarakan dan dianggap negatif.

- 良い加減 (ii kagen): Secara harfiah berarti "tingkat yang baik", tetapi dalam konteks ini (dan seringkali), digunakan untuk merujuk pada sesuatu yang "seenaknya sendiri", "tidak bertanggung jawab", "ngawur", atau "tidak serius".

- な (na): Menghubungkan "ii kagen" ke "hanashi" (cerita), mengubah "ii kagen" menjadi kata sifat yang mendeskripsikan "hanashi".

- 話 (hanashi): "Cerita", "pembicaraan", "omongan".

- 自治会 (jichikai): "Asosiasi warga", "pengurus lingkungan", "RT (Rukun Tetangga)". Ini adalah organisasi lokal yang mengelola urusan lingkungan perumahan.

- の (no): Partikel yang menunjukkan kepemilikan atau hubungan, dalam hal ini "telinga" milik "jichikai" (asosiasi warga).

- 耳 (mimi): "Telinga".

- に (ni): Partikel yang menunjukkan arah atau tujuan. Dalam hal ini, "ke telinga".

- でも (demo): "Bahkan", "bila", "kalau saja". Menekankan kemungkinan sesuatu terjadi.

- 入って (haitte): Bentuk te dari kata kerja "hairu" (入る), yang berarti "masuk", "mencapai", "sampai".

- みろ (miro): Bentuk perintah (imperatif) dari kata kerja "miru" (見る), yang berarti "melihat", "mencoba". Dalam konteks ini, digunakan sebagai ancaman atau peringatan, kurang lebih berarti "coba saja".

__

"Jichikaichou wo tsutomeru washi no tachiba wa?" (自治会長を務めるわしの立場は?)

- Terus, gimana dengan kedudukanku sebagai ketua RT?!


- 自治会長 (jichikaichou): "Ketua asosiasi warga", "ketua pengurus lingkungan", "ketua RT".

- を (wo): Partikel yang menandai objek langsung dari kata kerja.

- 務める (tsutomeru): "Menjabat", "bertugas", "berperan sebagai".

- わし (washi): Kata ganti orang pertama "saya", "aku", "gue". Digunakan oleh laki-laki yang lebih tua, memberikan kesan tradisional, maskulin, dan sedikit otoritatif.

- の (no): Partikel yang menunjukkan kepemilikan atau hubungan, dalam hal ini "posisi" milik "washi" (saya).

- 立場 (tachiba): "Posisi", "kedudukan", "jabatan", "pendirian".

- は (wa): Partikel yang menandai topik kalimat, yaitu "posisi saya".

__

"Ano ko ne, shaberenai'n da yo." (あの子ね、喋れないんだよ。)

- Anak itu, dia nggak bisa ngomong.

__

​"Reina to onaji rokusai na noni komatta yo ne, hen da yo ne." (レイナと同じ6歳なのに困ったよね、変だよね。)

- Padahal sama-sama 6 tahun kayak Reina, tapi bikin bingung ya, aneh ya.


- レイナ (Reina): Nama orang (perempuan).

- と (to): "Dengan", "dan", "bersama". Dalam hal ini, berarti "seperti" atau "sama dengan".

- 同じ (onaji): "Sama", "serupa", "identik".

- 6歳 (rokusai): "Enam tahun" (usia).

- なのに (nanoni): "Meskipun", "walaupun", "padahal"

- 困った (komatta): Bentuk lampau dari "komaru" (困る), yang berarti "bingung", "bermasalah", "kesulitan", "dalam masalah".

- (Pengulangan) 変だよね (hen da yo ne): "Aneh ya", "aneh kan?". Mengulangi pernyataan dan mencari persetujuan.

- 変だ (hen da): "Aneh", "ganjil", "tidak wajar", "aneh kan?".

__

"Hen ja nee shi, shabereru yo." (変じゃねえし喋れるよ。)

- Nggak aneh kok, dia bisa ngomong.

__

"Ima muzukashii hanashi shita'n dakara, itte okashi kuttero." (今難しい話したんだから、行ってお菓子食ってろ。


- 今難しい話したんだから (ima muzukashii hanashi shita'n dakara): "Karena tadi habis ngomongin hal yang susah", "soalnya tadi udah ngomongin yang berat". Memberikan alasan.

- 行って (itte): Bentuk te dari "iku" (行く) - "pergi".

- お菓子食ってろ (okashi kuttero): "Makan permen!". Perintah kasual dan agak kasar.

__

"Hen na okashi." 変なお菓子

- Permen aneh.

__

"Mattaku, kodomo tte" (まったく、子供って)

- Ya ampun, anak-anak...


- まったく (mattaku): "Sungguh", "benar-benar", "dasar", "ya ampun". Mengekspresikan berbagai emosi seperti kekesalan, ketidakpercayaan, kekaguman, atau rasa heran, tergantung pada konteks dan intonasi.

__

"De, kekkyoku hahaoya wa aite wa dare na no?" (で、結局母親は相手は誰なの?)

- Akhirnya, siapa orang tua yang satunya? 


- で (de): "Jadi", "lalu", "terus". Digunakan untuk melanjutkan percakapan atau memperkenalkan topik baru.

- 結局 (kekkyoku): "Pada akhirnya", "akhirnya", "kesimpulannya". Menunjukkan bahwa pembicara ingin mendapatkan informasi yang paling penting atau konklusif.

- 母親 (hahaoya): "Ibu", "ibunda", "wanita yang menjadi ibu".

- は (wa): Partikel yang menandai topik kalimat, yaitu "hahaoya" (ibu).

- 相手 (aite): "Pasangan", "lawan", "orang yang berinteraksi", "rekan". Dalam konteks ini, merujuk pada pasangan ibu tersebut, atau ayah dari anak tersebut.

​

__

"Sore ga wakatte ireba aa..." (それが分かっていればああ...)

- Kalau saja aku tahu itu, ah...

__

"Kongo no koto wa otte kangaeru to shite sa..." (今後のことは追って考えるとしてさ…)

- Soal masa depan, kita pikirkan nanti saja, ya...


- 今後 (kongo): "Masa depan", "selanjutnya", "mulai sekarang", "ke depannya".

- の (no): Partikel yang menunjukkan kepemilikan atau hubungan, dalam hal ini "hal-hal" yang berkaitan dengan "masa depan".

- こと (koto): "Hal", "urusan", "keadaan", "perkara".

- は (wa): Partikel yang menandai topik kalimat, yaitu "hal-hal di masa depan".

- 追って (otte): "Nanti", "kemudian", "menyusul", "di kemudian hari". Mengindikasikan bahwa sesuatu akan dilakukan atau dibahas pada waktu yang berbeda.

- 考える (kangaeru): "Memikirkan", "mempertimbangkan", "merenungkan".

- として (to shite): "Anggap saja", "sebagai", "dengan asumsi". Menunjukkan bahwa sesuatu dianggap atau diasumsikan untuk sementara.

- さ (sa): Partikel di akhir kalimat yang memberikan nuansa kasual, mengajak, atau meminta persetujuan. Sering digunakan untuk melembutkan pernyataan atau saran.

__

"Toumen dare ga ano ko no mendou wo miru ka dakedo..." (当面誰があの子の面倒を見るかだけど…)

- Soal siapa yang akan mengurus anak itu untuk sementara, tapi..


- 当面 (toumen): "Untuk sementara", "untuk saat ini", "dalam waktu dekat", "sementara ini".

- 誰 (dare): "Siapa".

- が (ga): Partikel yang menandai subjek kalimat, yaitu orang yang akan mengurus anak itu.

- あの子 (ano ko): "Anak itu".

- の (no): Partikel yang menunjukkan kepemilikan atau hubungan, dalam hal ini "mendou" (perawatan) terhadap "ano ko" (anak itu).

- 面倒 (mendou): "Perawatan", "urusan", "tanggung jawab", "beban".

- を (wo): Partikel yang menandai objek langsung dari kata kerja.

- 見る (miru): "Melihat", "menjaga", "merawat", "mengurus".

- か (ka): Partikel yang menunjukkan bahwa bagian sebelumnya adalah pertanyaan (tidak langsung).

- だけど (dakedo): "Tapi", "namun", "meskipun begitu", "walaupun begitu". Menunjukkan adanya kontras, pertentangan, atau masalah lain yang perlu diperhatikan.

__

"Uchi wa muri yo, omise wa isogashii shi ne." (うちは無理よ、お店は忙しいしね。)

- Kalau aku sih nggak bisa, tokoku lagi sibuk banget.


Part selanjutnya  https://jepangsantai.blogspot.com/2025/11/bahasa-jepang-dari-usagi-drop.html


Part sebelumnya :  https://jepangsantai.blogspot.com/2025/10/bahasa-jepang-dari-usagi-drop-part-4.html


Komentar